Humaniora.id, Jakarta – Organisasi Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT) terbentuk pada 25 Oktober 1956, dan sudah melewati beberapa periode kepemimpinan, yang masing-masing berdurasi 4 tahun masa kerja. organisasi ini sebagai himpunan seniman film yang kreatif dan inovatif dari beragam bidang profesi.
Dengan berakhirnya Kepengurusan KFT Periode 2019 – 2024 hasil kongres ke 14, sesuai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ART) bahwa kepengurusan dipilih pada Kongres KFT berikutnya, sebagai forum tertinggi organisasi.
Kongres KFT ke 15 akan berlangsung pada tanggal 2 dan 5 Desember 2024, untuk memilih ketua KFT dan menetapkan tata aturan serta tata Kelola organisasi bersama program kerja organisasi.
Ronny Mepet Ketua Pelaksana OC Kongres ke-15 KFT menyampaikan kepada media di Gedung PPHUI Kav. C.22 Jl. H.R Rasuna Said Jakarta saat rapat panitia kongres, terkait tentang sejarah organisasi KFT menjadi tempat bagi para insan film Indonesia untuk mendapatkan pelatihan, sertifikasi, dan juga perlindungan hukum, Sabtu (14/9/2024).
“Organisasi KFT aktif dalam mengadvokasi kebijakan pemerintah mendukung industri film dan televisi, berbagai profesi termasuk sutradara, produser, aktor, penulis naskah, teknisi, kameramen dan pekerja lainnya,” Kata Ronny Mepet.
Hadir saat rapat panitia di Gedung PPHUI Kav.C.22 Jl. H. R Rasuna Said Jakarta, Ketua Umum KFT Gunawan Paggaru, Ketua Dewan Pertimbangan Panitia Kongres juga Ketua Devisi Penyutradaraan Maruli Ara, Ketua SC Panitia Kongres Naswan Iskandar dan Panitia lainnya.
Sedangkan menurut Maruli Ara, Organisasi KFT tertua memiliki pengaruh besar dalam membentuk standar profesionalisme dan etika kerja untuk industri film di era tahun 80 an.
“Aktif menjaga keberlanjutan budaya film Indonesia melalui pendidikan dan pengembangan bakat baru, dari sejarah KFT perfilman menjadi sektor penting dalam budaya dan ekonomi Indonesia,” tambah Maruli.
Terbentuknya Panitia Kongres ke-15 KFT Tahun 2024
Surat Keputusan Pimpinan KFT Nomor 023/SK-KONGRES XV/PO-KFT/VI 2024 Tentang Penetapan Panitia Kongres ke-XV.
Ketua SC Kongres KFT Naswan Iskandar menyampaikan Tema Kongres ke 15 KFT menetapkan Tema
“Kita Sehati Seprofesi, Yes !”.
Naswan Iskandar, menegaskan peran penting KFT, merupakan motor penggerak kemajuan industri film nasional. “Komitmen kuat, KFT sebagai wadah kolaborasi, advokasi, dan peningkatan kapasitas pekerja di sektor film dan televisi, mendorong standar profesionalisme, meningkatkan kompetensi, dan mengembalikan Marwah KFT,” tutur Ketua Panitia SC.
“KFT berkontribusi menciptakan ekosistem perfilman lebih dinamis, berkualitas, dan berdaya saing di tingkat global,” tegas Naswan Iskandar, memberi paparan saat rapat Panitia di Kantor KFT – Gedung PPHUI Kav.C.22 Jl. H.R Rasuna Said Jakarta.
Sejarah Penting KFT Indonesia
KFT sebagai wadah bagi pekerja film dan televisi untuk berkumpul, bertukar pikiran, dan memperjuangkan hak-hak. KFT didirikan pada 25 Oktober 1956, organisasi para pekerja film dan televisi, wadah resmi melindungi dan memperjuangkan kepentingan dalam industri perfilman, saat itu masih berkembang di Indonesia.
Berdirinya KFT, bertujuan meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan kualitas produksi film dan televisi, agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta melindungi hak-hak merek